Header Ads

Sejarah ISIS di Dunia dan Indonesia Serta Apa Tujuannya

Siapa sebenarnya ISIS Itu? dan bagaimana Sejarah ISIS di Dunia dan Indonesia Serta Apa Tujuannya -  ISIS atau kepanjangannya Negara Islam Irak dan Syam. Dalam Bahasa Inggris singkatan dari the islamic state of iraq and syria dan dalam Bahasa Arab Al-Dawiah al-islamiyah fi al-iraq wa-al-sham juga di kenal sebagai Negara Islam. Negara Islam Irak dan Syam adalah sebuah negara dan kelompok militad jihad yang tidak diakui oleh Suriah dan Irak. Kelompok ini didukung oleh para pemberontak Sunni.

Bendera ISIS
ISIS dikenal sebagai tafsir yang keras pada Islam dan kekerasan brutal seperti bom bunuh diri, dan menjarah bank. Target serangan ISIS terutama Muslim Syiah dan Kristen. Pemberotak Isis ini telah menewaskan ribuan orang, Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) menyebutkan ada sekitar lebih dari 2.400 warga Irak yang mayoritas warga sipil yang tewas sepanjang Juni 2014. Aksi ISIS ini menyebabkan tak kurang dari 30.000 warga kota kecil di timur Suriah harus mengungsi.

Tokoh Sentral dari pemberontakan ISIS adalah Abu Bakar al-Baghdadi. Abu Bakar al-Baghdadi bersumpah untuk menaklukkan Roma, yaitu agama Nasrani-Katholik. Tepatnya di kota Vatikan terletak di tengah kota Roma, Italia.

Sejarah ISIS di Dunia


ISIS dulunya adalah bagian dari Al-Qaedah. Dibawah kemimpiman Abu Bakar Al-Baghdadi sempat menyatakan diri bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaedah di Suriah. Namun, karena metode ISIS/ISIL dianggap bertentangan dengan Al-Qaedah, sebagai balasannya, Front Al-Nusra lalu melancarkan serangan perlawanan terhadap ISIS/ISIL guna merebut kembali kontrol atas Abu Kamal, wilayah timur Suriah yang berbatasan dengan Irak.

Di bawah kemimipinan Abu Bakar Al-Baghdadi, ISIS mendeklarasikan Negara Islam di sepanjang Irak dan Suriah juga menyatakan Al-Baghdadi akan menjadi pemimpin bagi umat muslim di seluruh dunia.

Pada 15 Mei 2010 diangkatlah pemimpin baru yaitu Abu Bakar Al-Baghdadi yang menggantikan Abu Umar Al Baghdadi yang telah meninggal. Dalam menumbangkan para diktator seperti yang terjadi di Tunisia, Libya, dan Mesir, maka terjadi pula Revolusi di Suriah, hanya saja demonstrasi rakyat di Suriah di sambut dengan kekerasan pula dari Tentara Presiden Bashar Assad. Akibatnya rakyat Suriah melakukan perlawanan terhadap kelompok-kelompok bersenjata.

Para kelompok bersenjata ini dibantu oleh para pejuang dari luar negeri termasuk dari Negara Islam Irak. Ketika kelompok-kelompok pejuang rakyat Suriah ini akhirnya mampu membebaskan beberapa kota termasuk wilayah perbatasan dengan Irak maka menyatulah beberapa kota di Irak dan di Suriah dalam kontrol negara Islam Irak.

ISIS dianggap lebih berbahaya daripada Al-Qaedah karena mempunyai ribuan personil pasukan perang. Gerakan revolusi yang mulanya mempunyai misi mulia untuk menggulingkan rezim otoriter ini berubah menjadi sebuah tragedi. ISIS menjadi musuh baru yang siap melancarkan perlawanan sengit terhadap rezim yang berkuasa dan dianggap tidak mampu mengemban misi untuk terbentuknya negara Islam.

Mereka mengesahkan kekerasan terhadap kaum minoritas dan menyerang rezim yang tidak sejalan dengan paradigma negara Islam. ISIS menjadi kekuatan rill dengan ideologi yang jelas dan wilayah yang diduduki dengan cara kekerasan.

Sejarah ISIS di Indonesia


Untuk perekrutan anggota Negara Islam Irak dan Suriah dicari orang terdekat ataupun keluarga dinilai menjadi sasaran perekrutan utama oleh pihak ISIS. Alasan menurut Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) karena faktor kepercayaan lebih kuat.

Menurut BNPT dalam sejarah ISIS, orang-orang lebih mudah percaya kepada teman dekat ataupun keluarganya sendiri terkait kepercayaan dalam menanamkan semangat sesuatu yang baik dengan orang terdekatnya, modal untuk mempengaruhi orang lebih besar. Terutama di Indonesia, sebab banyak sifat dari masyarakat Indonesia yang mudah percaya dengan kemauan orang lain, seperti kepercayaan agama yang menurut kepada Orang Tua.

Dia menyatakan, pasukan ISIS yang berada di Indonesia yang telah melaksanakan pengakuan, menerangkan proses terjadinya dia diajak ataupun diajarkan oleh orang terdekatnya. Fakta yang lain adalah, sumber pendanaan pemberangkatan anggota ISIS didanai oleh salah satu anggota keluarga ataupun iuran dari sejumlah keluarga.

Oleh karena itu, dalam satu anggota ISIS dapat merekrut banyak orang, biasanya dalam keluarga yang menanamkan semangat Jihad biasanya akan ikut mendukung. Dia berharap, seluruh anggota keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia untuk berhati-hati dan juga tetap waspada dan tidak lengah apabila ada motif mencurigakan dari kerabat dekat ataupun orang yang mengaku kerabat dekat dari tokoh keluarga. Dan pastikanlah rakyat Indonesia  berpegang teguhlah kepada Al-Qur'an dan Hadist Nabi.

Tujuan ISIS


ISIS disebut-sebut mempunyai tujuan untuk menegakkan syariat Islam. ISIS akhirnya mencapai tujuannya pada tanggal 29 Juni 2014, ketika itu dihapus "Irak dan levant" dari namanya, dengan mulai menyebut dirinya dengan negara Islam, dan menyatakan wilayah okupasi di Irak dan Suriah sebagai kekhalifahan baru.

Pada tanggal 4 Juli 2014,  Persatuan Ulama Muslim se-Dunia (IUMS) yang dipimpin oleh syekh Yusuf Qaradhawi, mengeluarkan pernyataan bahwa deklarasi khilafah yang dilakukan ISIS untuk wiilayah Irak dan Suriah tidak sah secara syariat Islam.

Pada pertengahan tahun 2014, kelompok ini merilis sebuah video yang berjudul "The End of Syskes-Picot" berbahasa Inggris kebangsaan Chili bernama Abu Safiya, Video ini bertujuan untuk niatan kelompok ini menghilangkan semua perbatasan modern antara negara-negara Islam Timur Tengah, khususnya mengacu pada perbatasan yang ditetapkan oleh perjanjian Syskes-Picot selama Perang Dunia 1.

Sumber: dikelola dari berbagai sumber

Demikianlah artikel saya kali ini tentang Sejarah ISIS di Dunia dan Indonesia Serta Apa Tujuannya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Jika Anda suka dengan artikel ini tolong di bagikan. Sekian dan Terimakasih.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.